Buku ini menjelaskan Amr bin Ash yang sangat berjasa terhadap Islam dan kaum Muslim, tetapi kemudian dianggap sebagai pengkhianat, pemberontak, serta ambisius terhadap kekayaan dan kekuasaan.
Buku ini mengungkap sosok Thariq bin Ziyad dan sepak terjangnya lebih dari yang kita kenal. Tak hanya ihwal kepiawaiannya di medan perang yang membuat ia disejajarkan dengan sang "Saifullah" (Pedang Allah) Khalid bin al-Walid, buku ini juga mengulas kepribadiannya yang humble dan saleh sehingga dicintai oleh para prajuritnya, bahkan membuat iri Musa bin Nushair, pemimpinnya sendiri.