Buku ini menegaskan bahwa dalam islam nilai atau kualitas seseorang bukan dilihat dari warna kulit, ras, dan status sosial, melainkan dari ketakwaan. Bilal yang dianggap rendah saat itu karena berstatus budak lagi berkulit hitam, justru diangkat dan dimuliakan oleh Rasulullah karena ketakwaannya.
Melalui buku ini, Paulo Freire mengkritik keras model pendidikan gaya bank barat yang disebutnya sebagai alat penindasan. Sebagai gantinya ia mengajukan konsep pendidikan hadap-masalah yang disebutnya sebagai alat pembebasan