Fatih mengidolakan Abu Bakar Ash Siddiq yang senantiasa melakukan kebaikan meski hari masih pagi. Ada juga kisah Syafiq yang meniru sifat Ustman Bin Affan, Kira-kira sifat yang bagaimana ya?
Wah, sebentar lagi akan ada lomba lari di Sekolah Serangga Keren! Dari seluruh murid di Kelas Kumbang, hanya kumbang macan yang memenuhi kriteria agar Kelas Kumbang bisa menjadi juara. Namun, ternyata kecepatan berlari kumbang macan sudah terdengar hingga ke telinga kecoak. Meski sering diremehkan, kecoak merupakan lawan yang tangguh bagi kumbang macan. Kira-kira, siapa yang akan memenangkan lo…
Kelas Kumbang kedatangan murid baru: Tarantula. Dia memiliki 8 buah kaki dan tangan. Meski bukan termasuk ke dalam kelompok serangga, dia berhasil mendapat rasa hormat dari para murid sekelasnya. Mungkin itu karena dia memiliki gigi beracun yang sangat mengerikan! Siapa yang akan duduk sebangku dengan tarantula, ya? Lalu, adakah hal menarik yang akan terjadi di dalam kelas?
Cerita bermula dengan pertemuan Tintin dan Kapten Haddock dengan Jenderal Alcazar tanpa sengaja sepulangnya dari bioskop. Setibanya di Moulinsart, mereka mendapat kejutan berupa kedatangan Abdallah, putra Emir Ben Kalish Ezab dengan segala keusilannya.
Dalam album ini diceritakan bagaimana profesor Calculus yang telah menciptakan sebuah senjata rahasia diculik oleh agen-agen rahasia badan-badan intelijen
Petualangan Tintin di Cina terdapat dalam komik Petualangan Tintin: Lotus Biru. Lotus Biru memiliki alur yang terstruktur dan dilengkapi oleh ilustrasi gambar yang menarik
Mengisahkan petualangan Tintin dan kawan-kawannya ke Laut Arktik untuk mencari meteor yang mengandung Phostlite, logam baru yang menjadi rebutan.
Dalam album ini diceritakan tentang petualangan-petualangan Tintin di Kongo di mana ia sebenarnya hanya ingin meliput cerita saja tetapi terlibat dengan sebuah kawanan kriminal mafia pimpinan Al Capone yang ingin memperdagangkan intan secara ilegal.
Tintin yang sedang berlibur tanpa sengaja terlibat pada aksi kejar-kejaran penyelundup opium di daerah Timur Tengah yang menggunakan makam Firaun Kih-Oskh sebagai markas rahasianya. Organisasi penyelundup itu juga hendak menjatuhkan kekuasaan Maharaja Rawhajpoutalah di India.
Buku ini adalah satire (sindiran) politik, menyatakan ketidak sukaan Hergé pada pemerintahan Uni Soviet dan paham Komunisme serta membuat lelucon tentang klaim mereka akan kemajuan ekonomi