Sebuah Cerita yang mengambarkan sebuah perasaan dan akhirnya ada salah kisah diantaranya, sekarang tertinggal sebuah penyasalan.
"Aku memang pengangum senja dan aku mengira kalau semua senja itu indah. Tapi ternyata itu salah. Sekarang aku bisa menyimpulkan bahwa ada dua jenis senja. KAU SENJA KELABUKU, dan disinilahku menemukan SENJA JINGGAKU. Senja yang sebenernya. Senja yang kuinginkan."
Buku ini menjadi saksi ujian berat yang dihadapi seorang anak yang bernama Zhilal. Ia menderita sakit parah. Kondisinya sampai drop, menurun drastis melewati ambang batas bawah yang disyaratkan medis. Ruang ICU telah menjadi saksi betapa kokoh lindungan-Nya. Saat semua orang sudah begitu pesimis melihatnya. Ia benar-benar menjadi anak Fi Zhilalil Quran (di bawah lindungan Al-Quran).