Banyak orang tidak menyadari siapa dirinya, apa potensi dan bakatnya. Padahal sebenarnya Tuhan telah memberikan potensi kepada setiap orang meski dalam bidang yang berbeda-beda. Begitu juga dirimu. Lalu, bagaimana cara menggali potensimu sebenarnya dan bagaimana cara mengembangkannya. Buku ini mengajak kamu untuk menemukan siapa dirimu sebenarnya, apa potensimu, apa bakatmu, lalu mencari tahun …
Buku ini adalah catatan seru dari teman-teman yang sudah meng-install habits positif sejak muda dengan menerapkan prinsip al-Qur'an
Buku ini mengisahkan pergulatan seorang internet entrepreneur menembus batas mimpi
Buku ini membahas konsep mencintai diri sendiri ketika kita merasa terus melakukan kesalahan dan kesulitan menerima kekurangan kita. Penulis menggambarkan perasaan sulitnya mencintai seseorang yang sering salah, terlebih jika diri sendiri yang terlibat. Buku ini menggugah pertanyaan tentang bagaimana kita bisa menerima kekurangan kita sendiri dan menjadi diri sendiri ketika kita tidak menyukai …
Buku ini mengulas pengalaman hidup yang tak terduga, termasuk kehilangan dan kesedihan, sebagai bagian alami dari perjalanan kehidupan. Penulis menggarisbawahi bahwa sifat-sifat ini tidak bisa dihindari dan merupakan bagian integral dari pengalaman manusia. Kesedihan membawa pengertian tentang arti sebenarnya dari kebahagiaan, sementara kehilangan mengajarkan kita untuk lebih menghargai kehadir…
Buku ini menghadirkan perspektif positif tentang kegagalan. Penulis menyatakan bahwa meskipun kegagalan seringkali ditakuti, itu adalah bagian alami dari kehidupan dan penting dalam proses menuju keberhasilan. Penulis mengajak pembaca untuk melihat kegagalan sebagai pelajaran dan kesempatan untuk tumbuh, sehingga tidak ada manusia yang benar-benar gagal; sebaliknya, mereka sedang belajar dalam …
Buku ini hadir menawarkan solusi dan alternatif lain dengan salah satu cabang dari filosofi Stoikisme, yakni bagaimana caranya kita mempersiapkan kemalangan yang akan hadir dalam hidup kita (premeditatio malorum). Ini adalah upaya pencegahan atau antisipasi mental, ketika kejadian buruk tersebut benar-benar terjadi, setidaknya kita siap seutuhnya.