"Aku memang pengangum senja dan aku mengira kalau semua senja itu indah. Tapi ternyata itu salah. Sekarang aku bisa menyimpulkan bahwa ada dua jenis senja. KAU SENJA KELABUKU, dan disinilahku menemukan SENJA JINGGAKU. Senja yang sebenernya. Senja yang kuinginkan."
Buku ini menjadi saksi ujian berat yang dihadapi seorang anak yang bernama Zhilal. Ia menderita sakit parah. Kondisinya sampai drop, menurun drastis melewati ambang batas bawah yang disyaratkan medis. Ruang ICU telah menjadi saksi betapa kokoh lindungan-Nya. Saat semua orang sudah begitu pesimis melihatnya. Ia benar-benar menjadi anak Fi Zhilalil Quran (di bawah lindungan Al-Quran).
Buku ini, "Siapa Berperan Dalam Serangan Umum 1 Maret 1949?" memparkan latar belakang dan perencanaan Serangan Umum yang dilancarkan oleh TNI di seluruh wilayah Divisi III, termasuk "Serangan Spektakuler" terhadap Yogyakarta pada 1 Maret 1949.
Buku yang berjudul 'FATE SAYS OTHERWISE' ini mengisahkan perjalanan mencari ilmu seorang anak berdarah Madura yang sedang mendok di Pondok Pesantren Sidogiri. Perjalanan menuntut ilmunya ini terjadi karena tradisi yang ada di keluarganya yaitu mondok di pesantren setelah melalui jenjang Sekolah dasar.