Novel ini mengisahkan rencana perampokan oleh 10 orang bersahabat demi mendapatkan uang untuk melanjutkan pendidikan kedokteran Aini anak dari Dinah.
Sama seperti judulnya, buku ini menceritakan tentang sekumpulan orang-orang yang memiliki anxiety atau kecemasan yang ada dalam diri masing-masing
Buku ini lebih menggambarkan bagaimana jadinya jika benda-benda yang disayangi menghilang dan apa pengaruhnya bagi kehidupan manusia.
Novel ini hanya mengisahkan hubungan percintaan antara Sarwono dan Pingkan, yang sama-sama saling mencintai. Namun, terdapat sejumlah kendala yang merintangi hubungan mereka, terutama akibat perbedaan agama dan suku bangsa keduanya.
Menceritakan terkait perilaku kekejaman dan kebengisan yang dirasakan oleh kelompok aktivis mahasiswa di masa Orde Baru.
Kitab itu dipercaya dapat mengembalikan keterpurukan ilmu yang disebabkan kehancuran peradaban yang dibawa oleh Peristiwa Persembahan Kuda.